Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pilkada bangka induk’

Hari ini, 24 Juni 2008, hari yang dinanti-nanti oleh ketiga pasangan calon bupati yang bertarung di Pemilihan Bupati bangka Induk. berdasarkan beberapa website yang saya pantau, diantaranya belinyu.net dan bangkapos.com, dari ketiga pasangan calon untuk sementara unggul pasangan NIAT (Yusroni Yazid / Nurhidayat Rani), disusul oleh TOTO (Rudianto Tjen / Naziarto) di tempat kedua dan BERFIJAR (Osfindinar / Fajarudin) di tempat terakhir. Ada yang menarik dari newsflash bangkapos yang menyatakan bahwa Rudianto-Naziarto Kuasai Belinyu.

Ini kali keduanya kampung saya Belinyu, setelah Pilkada Gubernur, memenangkan kandidat calon yang bukan incumbent dan berasal dari (maaf) etnis Tionghoa. Sesuatu yang menakjubkan menurut saya. Dimana para pemilih sudah semakin pintar untuk menentukan kandidat pilihan mereka sendiri, tanpa terdistorsi isu SARA. Sebuah Pelajaran berdemokrasi yang sangat patut ditiru oleh segenap bangsa ini.

Yang belum saya dapatkan adalah seberapa besar persentase Golput nya, secara saya juga ga ikut nyoblos 🙂

Siapapun yang menang, Selamat..Semoga Amanah!


Read Full Post »

Membaca perkembangan Pemilihan Bupati Bangka Induk melalui website koran lokal, saya menemukan tulisan ini,

Kemunduran Belinyu Jadi Isu Politik

Sumber: BANGKA POS / Edwardi

SUNGAILIAT, BANGKA POS — Kemunduran dan ketertinggalan Kecamatan Belinyu menjadi isu yang cukup menarik ketika diangkat seorang panelis debat publik calon peserta Pemkada Bangka Bustami Rahman.

“Sedih melihatnya, dulu yang namanya pelabuhan di Teluk Kelabat itu bagus, banyak kapalkapal barang masuk dan bongkar muat di sana, tapi sekarang ini sepi dan tidak ada lagi kelihatannya, krisis listrik yang dihadapi masyarakat. Bagaimana komitmen ketiga kandidat terhadap permasalahan Kecamatan Belinyu,” tanya Bustami pada kegiatan debat publik di Rose Garden Sungailiat, Minggu (8/6).

Menanggapi masalah itu calon Bupati Bangka Rudianto Tjen secara gamlang mengakui sudah berulang kali menyebutkan di hadapan masyakarat kalau Belinyu sebagai daerah yang dianaktirikan sampai hari ini. Mereka juga rakyat Bangka dan berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah.

“Sebagai contoh beberapa waktu lalu saya pergi ke Belinyu dapat informasi yang begitu mengenaskan masalah listrik di sana menjadi problem yang sangat utama. Listrik memang kita akui menjadi program pemerintah pusat, tapi kita harus proaktif supaya masalah listrik ini bisa diselesaikan, tetapi hal yang nyata saja sekarang ini ada trafo listrik yang hilang sudah diajukan permintaan bantuan kepada Pemda berulangulang sampai hari tidak diberikan bantuan,” kata Rudi sapaan akrabnya.

Sementara calon bupati, Osfindinar mengakui sedih melihat kondisi Belinyu saat ini. Untuk memajukan Kecamatan Belinyu ini Osfin mengambil wakil bupati Fajarudin yang merupakan putra asli Belinyu, semoga bisa dan mampu memperjuangkan daerah Belinyu.

“Bila terpilih bagaimana nanti akan berbagi mengalokasikan anggaran yang cukup besar ke Kecamatan Belinyu untuk mengejar ketertinggalannya,” janji Osfin.

Fajarudin menambahkan, saat ini Belinyu terkesan mati suri. Komitmen untuk kemajuan Kecamatan Belinyu tidak ada cara lain dengan melakukan pemekaran kabupaten dengan mewujudkan Kabupaten Bangka Utara.

“Tanpa ada pemekarannya ini saya yakin Belinyu tidak akan pernah diperhatikan Pemda dan tidak akan maju. Karena itu bila nanti terpilih akan melakukan kajian dan analisa untuk melakukan pemekaran kecamatankecamatan lebih dulu, karena kalau peluang pemekaran Bangka itu diberikan saya yakin Belinyu akan maju, karena masih banyak punya potensi, punya lahan, pelabuhan samudera, potensi wisata, kelautan,” katanya.

Sedangkan calon bupati, Yusroni Yazid menegaskan mungkin orang Belinyu masih ingat dalam benak mereka, siapa orang pertama yang melontarkan tentang ide pemekaran Belinyu menjadi Kabupaten Bangka Utara.

“Kesempatan ini sudah saya berikan kepada masyarakat Belinyu itu sendiri untuk memperjuangkan. Sikap ini tidak mainmain, dengan sebuah keikhlasan dan ketulusan saya lemparkan tentang ide pemekaran ini, silahkan disambut dengan baik, ini bukan dari siapasiapa harus dimulai dari masyarakat Belinyu sendiri,” tukasnya.
Dilanjutkannya orang Belinyu itukan tidak hanya berkutat di Belinyu saja, banyak juga ada yang di luar dan sudah berhasil, seperti contohnya pak Bustami Rahman dan lainnya.h)”Ada beberapa kondisi yang memang dirasa masih belum disempurnakan. Ini merupakan komitmen bersama untuk mengembangkan Belinyu, saya pikir tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung, semuanya anak kandung yang harus mendapatkan perhatian dan porsi, kalau mau jujur selama ini sudah kita berikan porsi anggaran yang bagus kepada Kecamatan Belinyu,” imbuhnya.
(*)

tanggal pemilihan semakin dekat, mudah-mudahan yang terpilih nanti dapat membawa kemakmuran untuk belinyu. amin

Read Full Post »

Berhubung saya sudah mau pergi angkat kaki dari belinyu untuk ngelmu. Tulisan ini ini adalah tulisan pengamatan terakhir dari saya tentang pilkada yang akan digelar di bangka induk 24 juni nanti.

Saya mulai..

  1. Yusroni Yazid, SE

Bupati sekarang ini selain punya dana yang kuat, serta keuntungannya menjadi incumbent, tim sukses pun cukup kreatif. Dari acara-acara yang disponsori oleh beliau ini. Diantara nya Sepakbola Yusroni Cup di 2 daerah, termasuk di belinyu, cukup mendapat animo yang cukup besar dari masyarakat. Ditambah dengan acara touring 2008 yang di sponsori oleh beliau beserta managementnya (yusser management?) cukup ramai juga diikuti oleh berbagai klub motor. MTQ (musabaqoh tilawatil qur’an) yang penyelenggaraannya dilakukan di kecamatan Belinyu. Kali kedua belinyu menjadi tuan rumah setelah lebih dari 10 tahun tidak menjadi tuan rumah. Serta band binaan nya Yusser Band sedang gencar-gencarnya roadshow ke sekolah-sekolah. Menurut pengamatan saya yang ilmunya sedikit ini peluang untuk memimpin periode berikutnya cukup besar.

Berikut foto-foto acara touring 2008 bersama Yusroni Yazid, sarjana ekonomi

                                     

 

  1. Ir. Rudianto Tjen

Bapak ini adalah penantang serius untuk pilkada bupati bangka induk ini. Dari beberapa silaturahmi bersama masyarakat yang sempat saya hadiri, program kerjanya lebih ke pemberdayaan masyarakat kecil melalui perkebunan rakyat, serta hal-hal lainnya. Bapak ini punya poin bagus sebenarnya, didukung oleh partai besar serta kemampuan menejerial yang mungkin baik secara beliau anggota DPR RI, otomatis punya koneksi yang banyak. Kekurangan yang paling utama untuk mendulang suara adalah beliau ini adalah warga negara Indonesia yang mempunyai keturunan darah cina atau WNI keturunan. Isu SARA ini paling mudah dijatuhkan melalui black campaign dan opini-opini negatif dari masyarakat. Tetapi untuk pemilihan wilayah Belinyu sepertinya isu ini tidak begitu signifikan, dulu telah terbukti sewaktu Pilkada Gubernur, untuk wilayah pemilihan belinyu dimenangkan oleh Basuki Purnama (ahok) seorang WNI keturunan yang dulunya adalah bupati belitung timur. Dari kabar angin yang tidak begitu dapat dipercaya calon pasangannya nanti adalah seorang pengurus Ormas Islam.

  1. Osfindinar – Fajarudin

Untuk pasangan ini jujur saya tidak banyak tahu, selain Baliho foto keduanya jauh-jauh hari serta beberapa spandung yang kurang lebih isinya “ Tolong pak osfin-fajarudin TI kami rontok bla…bla…”. sayang saya ga pernah ada kesempatan untuk mendapat gambar dari pasangan ini. Lagi-lagi menurut pengamatan saya, pasangan ini cukup konsisten, karena telah siap untuk maju menjadi pasangan bupati dan wakil bupati sejak jauh-jauh hari. Fajarudin sang calon bupati ini adalah anggota DPRD dari wilayah kecamatan belinyu.

  1. Taufik Rani

Kalau untuk calon yang satu ini saya malah tidak tahu sama sekali, lagi-lagi dari gosip yang beredar, beliau ini tidak mendapat kendaraan politik untuk ikut bertarung di 24 Juni nanti.

Penutup

Siapa pun yang menang dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati, harapan saya agar Belinyu kampung halaman saya yang tercinta mendapat perhatian yang lebih dari sisi infrastruktur dan lain-lainnya. punya sambungan listrik PLN yang merata diseluruh wilayah, punya jalan yang bagus dan lebar-lebar, lebih punya kehidupan, semoga.

Read Full Post »

sampe hari ini kesempatan saya untuk menghadiri kandidat kandidat yang lain seperti :

Yusroni Yazid, SE (bupati sekarang)

Osfindinar – Fajarudin (kandidat lain)

Taufik Rani (kandidat lainnya juga)

belum kesampaian, malah untuk kandidat ir. Rudianto Tjen sudah 2 kali, bahkan hampir 3 kali. (yang ketiga tidak kesampaian karen datang terlambat, hehehe…)

padahal saya sangat berharap dalam melihat secara langsung janji-janji manis dari masing-masing kandidat kepada para calon pemilih sebelum saya pulang ke jogja.

jalan-jalan di seputaran kota sudah ramai dengan atribut dan spanduk-spanduk, sayang saya belum mendapat gambarnya karena untuk mendapat gambar-gambar di tempat umum agak sedikit berbahaya kecuali wartawan terutama sejak semakin susahnya untuk mendapatkan BBM solar. agak beresiko tapi nanti akan saya coba dengan kamera handphone saya.

tentang ir. Rudianto Tjen yang sudah saya hadiri 2 pertemuan silaturahminya ini, ada beberapa catatan yang seharusnya tidak diomongin di depan calon pemilihnya. yang seharusnya tidak dibicarakan adalah :

“saya ini orangnya pelupa, maklum faktor usia yang terbilang tidak muda lagi. jadi maaf kalo bertemu dijalan trus melihat saya, dan saya tidak merespon saya mohon maaf”

mungkin maksud si pak rudi ini untuk mengakrabkan suasana, tapi bagi saya ini blunder.

bagaimana dengan nantinya jika dia terpilih? jangan-jangan dia lupa juga dengan janji-janjinya ?

dan saya masih berharap dapat menghadiri silaturahmi kandidat yang lain di sisa waktu saya di belinyu ini.

Read Full Post »