Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘buku’ Category

kopi merah putih by IA

kopi merah putih by IA

Hari senin yang lalu saya mendapat kiriman buku dari indonesia anonymous yang berjudul kopi merah putih. Saya mendapat buku kopi merah putih ini dari bapak blogger indonesia melalui kampung gajah (thanks bang Enda). Buku ini terdiri dari beberapa bab yang keseluruhannya berbicara tentang indonesia.

Beberapa bab yang sempat saya ingat (pada saat posting ini ditulis, buku kopi merah putih telah dipinjam keliling kampung) diantaranya tentang listrik, berapa banyak listrik terbuang percuma pada saat peralatan elektronik tidak dimatikan sepenuhnya alias standby. untuk saat ini belum begitu bermanfaat untuk diterapkan di kampung saya, karena listrik kami bukan PLN. Listrik kami disupply oleh koperasi yang sangat jauh dari transparansi untuk mengolah dana subsidi Pemda Bangka. Koperasi ini mengoperasikan 2 (dua) mesin genset besar. Sistem pembayaran tembak, maksudnya pakai tidak pakai bayar tetap. Dan hanya nyala dari pukul 04.00-06.30 kemudian dilanjutkan nanti magrib 17.30-00.00 kecuali bulan ramadhan yang waktu nyalanya lebih panjang dari hari biasa. setiap hari sejak tahun 2003 (?). terlalu panjang kalau saya harus berbicara krisis listrik ini, yang pasti semua peralatan listrik di rumah kami standby, sakelar lampu awet dan jarang disentuh. Karena sudah ada yang mematikan lampu otomatis setiap jam 12 malam 😀

Bab berikutnya ada tentang sistem pendidikan di negara kita tercinta, membaca bab sistem pendidikan di buku kopi merah putih ini mengingatkan saya akan obrolan ringan bersama bapak tentang dunia pendidikan, yang mana bapak saya mengeluarkan pernyataan  menarik yaitu “jika 100% siswa pintar tidak mungkin lulus 100%, tapi kalau 100% gurunya yang pintar, ada kemungkinan lulus 100% murni”. Pekerjaan saya akhir-akhir ini banyak berhubungan dengan guru-guru sekolah Negeri mulai dari SD hingga SMA. Dari berapa kali pertemuan dengan guru-guru (SD terutama) kesan yang saya tangkap adalah banyak sekali guru yang tidak bersyukur terutama masalah finansial. Gaji guru termasuk gaji yang cukup besar untuk Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah sudah berupaya mensejahterakan guru dengan menaikkan gaji guru, program sertifikasi (yang ujung-ujungnya menambah penghasilan diluar gaji sebesar beberapa kali lipat dari gaji yang diterima), insentif gaji, dll dst. Tapi output dari hasil proses sekolah ujung-ujungnya pengangguran juga. Belum lagi guru-guru nakal yang mencoba mencari trik untuk mengakali dana-dana bantuan ke sekolah yang jumlahnya tidak sedikit bahkan mungkin Milyaran.

Bab tentang BBM yang memberi kita pilihan untuk meniru kebijakan gaya venezuela atau norwegia? Atau bab lain tentang pengangguran di indonesia makin bertambah banyak dari tahun-ke tahun. Lulusan SMA sekarang yang tidak punya uang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi mau jadi apa? Sedangkan yang mampu melanjutkan ke perguruan tinggi hingga lulus menjadi sarjana, berapa banyak yang terserap oleh perusahaan-perusahaan, atau berapa banyak yang mampu untuk berwiraswasta?

Secara keseluruhan, buku ini bagus!! Layak untuk menjadi bacaan anda di tengah penatnya kesibukan.

Read Full Post »

Buku cerita fiksi ini ditulis oleh Ilham Malayu. Seorang aktivis anti narkoba dan HIV/AIDS yang pernah dipenjara di Thailand selama 15 tahun (dari biografinya begitu). Diterbitkan oleh penerbitan Republika.
Buku ini bercerita tentang mantan narapidana lulusan Thailand yang bernama zobar (indo Indonesia-Perancis) yang menetap di Paris dikejar-kejar oleh musuh/saingan lamanya semenjak masih sama-sama di penjara Thailand, Jean Tibaux (negeria-perancis) hingga melibatkan DEA dan CIA didalam pertikaiannya.
Hampir keseluruhan dari tokoh di buku ini adalah alumni penjara Thailand. Mungkin penulisnya bener-bener paham dan ngerti tentang seluk beluk penjara Thailand (yaiya lah…)
Setting buku ini kebanyakan di luar negeri ,wilayah Perancis sana.
Penjelasan tentang setting lokasi lumayan jelas dan bisa menambah ilmu buat orang yang belom pernah ke luar negeri (seperti saya). Terutama wilayah Perancis.

Imajinasi penulis tinggi bener. Terutama pertikaian antara DEA dan CIA. sehingga buku ini sangat meyakinkan untuk dikategorikan FIKSI.
Kalo ada produser film dengan modal sangat besar, buku ini pantas dijadikan Film, mungkin kalo saya berandai-andai tipe-tipenya hampir mirip-mirip film Trilogy Bourne.

Yang kurang menurut saya dalam buku ini adalah pemecahan dari konflik yang diutarakan agak kurang seru. Mungkin biar dibilang ga ketebak ama pembaca atau pengena beda, entah la

Pesan moral dari buku fiksi ini hampir sama sekali ga ada (apa saya aja yang nggak ngeh?) sudah la

Read Full Post »

Buku ini ditulis oleh Donny Dhirgantoro. Kayaknya ini karya pertama dari sang penulis ini. Isi bukunya bercerita tentang pertemanan 5 orang, 4 laki-laki 1 perempuan…tipikal anak muda jaman sekarang, solider atau apapun namanya, bersetting sekitar tahun 2001. Buku terbitan grasindo ini udah naik cetak untuk yang ke sembilan kalinya bulan juli 2007, semenjak cetakan pertama mei 2005..berhubung saya baru baca tahun 2007 ini, jadi baru saya review sekarang.
Kenapa saya bilang buku ini ga pantes untuk best seller. Karena menurut pendapat saya pribadi, buku ini bercerita terlalu bertele-tele, isinya kebanyakan kata-kata mutiara dari orang-orang yang lahir lebih dulu (baca:orang-orang terkenal), kebanyakan referensi lagu-lagu pop favorit sang penulis yang dipaksa masukkan kedalam cerita buku ini. kebanyakan Lirik-lirik lagu yang bagus menurut sang penulis dan (lagi-lagi) dipaksa ikut dalam dialog antar tokoh. kebanyakan tulisan-tulisan bijak yang berusaha untuk menggurui pembacanya, dan yang paling ga pantes untuk menjadi best seller adalah konflik di dalam buku ini bisa dibilang hampir sama sekali ga ada. Singkat katanya tanggung. Jelek hampir,bagus masih jauh!.
Jadi kalo seandainya diimajinasikan buku ini sebuah film, mungkin bisa saya bilang sebuah film drama datar yang membosankan dengan dialog-dialog yang tidak cerdas dan memakan budget yang tidak sedikit untuk izin soundtracknya.

Yang membuat saya salut dengan banyaknya angka cetakan adalah walaupun buku ini tidak disertai testimoni-testimoni dari public figure seperti buku2 laris dan calon laris lainnya untuk mengangkat nilai penjualan, tapi buku ini bisa untuk menjadi best seller.
Mungkin faktor yang paling berperan adalah cover buku yang ikut membantu tingginya angka cetakan.

Sisi positif dari buku ini adalah buat orang-orang hobi baca buku dan belom pernah naik gunung semeru, di buku ini diceriterakan secara detil tentang semeru (menghabiskan berlembar-lembar halaman, terlalu dan sangat berlebihan).

Mungkin buku ini tidak cocok dengan saya

Read Full Post »