Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2009

*sebuah percakapan singkat dengan bapak*

bapak (B) : “tukang masak bedeng mau dikurangi”

saya (S) : “dari berapa orang?”

B : “dari 6 jadi 3”

“karena karyawan yang tinggal setengah, setengahnya lagi sudah dipindahkan ke unit kerja yang lain. mau ga mau tukang masaknya juga mesti dikurangi”

“sudah dikasih tau semalem, 3 mundur, atau tetap 6 tapi gaji untuk 3 orang dibagi 6, mereka pilih opsi kedua. yang tadinya gajinya 1.2 juta jadi 500 ribu, dan yang 1,4 juta jadi 600. yang ga kuat mundur”

“kasian, mana seluruhnya orang susah”

S : -menghela napas panjang, dan terdiam-

bersambung

Iklan

Read Full Post »

kopi merah putih by IA

kopi merah putih by IA

Hari senin yang lalu saya mendapat kiriman buku dari indonesia anonymous yang berjudul kopi merah putih. Saya mendapat buku kopi merah putih ini dari bapak blogger indonesia melalui kampung gajah (thanks bang Enda). Buku ini terdiri dari beberapa bab yang keseluruhannya berbicara tentang indonesia.

Beberapa bab yang sempat saya ingat (pada saat posting ini ditulis, buku kopi merah putih telah dipinjam keliling kampung) diantaranya tentang listrik, berapa banyak listrik terbuang percuma pada saat peralatan elektronik tidak dimatikan sepenuhnya alias standby. untuk saat ini belum begitu bermanfaat untuk diterapkan di kampung saya, karena listrik kami bukan PLN. Listrik kami disupply oleh koperasi yang sangat jauh dari transparansi untuk mengolah dana subsidi Pemda Bangka. Koperasi ini mengoperasikan 2 (dua) mesin genset besar. Sistem pembayaran tembak, maksudnya pakai tidak pakai bayar tetap. Dan hanya nyala dari pukul 04.00-06.30 kemudian dilanjutkan nanti magrib 17.30-00.00 kecuali bulan ramadhan yang waktu nyalanya lebih panjang dari hari biasa. setiap hari sejak tahun 2003 (?). terlalu panjang kalau saya harus berbicara krisis listrik ini, yang pasti semua peralatan listrik di rumah kami standby, sakelar lampu awet dan jarang disentuh. Karena sudah ada yang mematikan lampu otomatis setiap jam 12 malam ­čśÇ

Bab berikutnya ada tentang sistem pendidikan di negara kita tercinta, membaca bab sistem pendidikan di buku kopi merah putih ini mengingatkan saya akan obrolan ringan bersama bapak tentang dunia pendidikan, yang mana bapak saya mengeluarkan pernyataan┬á menarik yaitu ÔÇťjika 100% siswa pintar tidak mungkin lulus 100%, tapi kalau 100% gurunya yang pintar, ada kemungkinan lulus 100% murniÔÇŁ. Pekerjaan saya akhir-akhir ini banyak berhubungan dengan guru-guru sekolah Negeri mulai dari SD hingga SMA. Dari berapa kali pertemuan dengan guru-guru (SD terutama) kesan yang saya tangkap adalah banyak sekali guru yang tidak bersyukur terutama masalah finansial. Gaji guru termasuk gaji yang cukup besar untuk Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah sudah berupaya mensejahterakan guru dengan menaikkan gaji guru, program sertifikasi (yang ujung-ujungnya menambah penghasilan diluar gaji sebesar beberapa kali lipat dari gaji yang diterima), insentif gaji, dll dst. Tapi output dari hasil proses sekolah ujung-ujungnya pengangguran juga. Belum lagi guru-guru nakal yang mencoba mencari trik untuk mengakali dana-dana bantuan ke sekolah yang jumlahnya tidak sedikit bahkan mungkin Milyaran.

Bab tentang BBM yang memberi kita pilihan untuk meniru kebijakan gaya venezuela atau norwegia? Atau bab lain tentang pengangguran di indonesia makin bertambah banyak dari tahun-ke tahun. Lulusan SMA sekarang yang tidak punya uang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi mau jadi apa? Sedangkan yang mampu melanjutkan ke perguruan tinggi hingga lulus menjadi sarjana, berapa banyak yang terserap oleh perusahaan-perusahaan, atau berapa banyak yang mampu untuk berwiraswasta?

Secara keseluruhan, buku ini bagus!! Layak untuk menjadi bacaan anda di tengah penatnya kesibukan.

Read Full Post »