Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2008

selamat puasa

Ramadhan telah tiba.
Menjelang ramadhan ini juga kita tersadar bahwa beberapa dari kolega kita ternyata mempunyai bakat terpendam sebagai penyair (atau plagiator ?hehe..)

Salam damai untuk semua,selamat menunaikan ibadah puasa.

Iklan

Read Full Post »

Pulang Tiba-Tiba

Mulai darihari selasa siang yang lalu, entah sampai kapan, saya menginjakkan kaki (kembali) ke tanah kelahiran saya, ya BANGKA BELITUNG, lebih spesifik lagi BELINYU. Kepulangan saya kali ini menjawab sebuah panggilan kerja (masih…hehehe) dan sekalian mensucikan diri di Ramadhan kali ini.

Banyak hal tak terduga dan menjadi pelajaran penting tentang arti pentingnya bersyukur di perjalanan pulang kali ini, salah satunya ialah pertemuan saya dengan seorang kondektur Bus Pangkalpinang – Belinyu.

Abang kondektur ini masih muda, dari penaksiran saya usianya seumuran saya (17 24an tahun). Topik pertama yang dibahas adalah masalah rokok. tentang ketidakmampuannya jika harus hidup tanpa rokok. Lebih ekstrim dia bilang lebih baik tidak makan daripada tidak merokok, karena kalau tidak merokok bawaannya emosian, uring-uringan sepanjang hari (bahasa belinyu nya “nyerantak!”). Hingga akhirnya setelah hampir 2 jam perjalanan dan sudah sampai ke belinyu, baru la saya tahu bahwa si abang ini TIDAK BISA MEMBACA! Tahu nya dia tidak bisa membaca karena sang bapak Sopir memeriksa barang titipan, dan alamat yang dituju sudah dilewati oleh Bus yang saya tumpangi, dan berkeluh kesah tentang sang asisten yang walaupun bisa berhitung (terutama uang) tapi tidak bisa membaca.

Pada awalnya, saya dan beberapa penumpang yang tersisa, tidak percaya, bahwa orang yang sudah berusia seperti dia, tidak bisa membaca. Tapi setelah si bapak Sopir mengetes sang Abang Kondektur dengan menyuruhnya membaca alamat tujuan barang yang dititipkan, dengan pasrah di jawab si abang dengan tidak tahu. bahkan 2 kali disuruh membaca tetap tidak tahu.

Di momen ini, saya tersadar betapa beruntung nya saya walaupun sampai hari ini belum dapat kesempatan untuk bekerja alias bengangguran berijazah, tapi saya mempunyai kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan hingga Sarjana. Saya sempat berdiskusi sedikit dengan bapak yang duduk di sebelah saya tentang hal ini. Sedih, disaat Indonesia baru saja merayakan Ulang tahunnya yang ke-63 tapi ternyata masih ada rakyatnya yang tidak beruntung seperti abang kondektur yang saya jumpai ini.

Seharusnya kalau ada keinginan yang kuat saya yakin si abang ini bisa dengan cepat dan lancar membaca. buktinya Tulisan DJI SAM SOE dia tau, atau dia tau cuma karena ada angka 234 disana ? atau si abang kondektur ini penderita disleksia ? Dan jika pemerintah daerah bersikap proaktif (bukan reaktif) hal kecil seperti buta aksara ini dapat dengan cepat dituntaskan.

Sewaktu turun dari Bus, saya berbicara sedikit dengan si abang kondektur, agar mau untuk belajar membaca, tidak sulit kalau ingin belajar, dan saya yakin si abang pasti bisa membaca.

Setiba di rumah, saya bercerita dengan ibu saya, yang kebetulan dulunya adalah petugas penyuluh lapangan Keluarga Berencana. Kata Ibu saya masih banyak yang buta aksara di belinyu ini, di kampung kumpai (sekitar beberapa kilo dari ibukota kecamatan belinyu) banyak sekali yang tidak bisa membaca, bahkan usianya pun sudah lanjut.

Miris.. Semoga di pertemuan berikutnya, si abang kondektur sudah bisa membaca.

Read Full Post »

Jogja Bike & Drive Week 2008 atau yang disingkat JBDW 2008 diselenggarakan di area parkir barat JEC 22-23 agustus kemarin. Saya berkesempatan melihat sejenak untuk menunggu acara IndieFest dimulai. Selain kumpul-kumpul sesama biker, bazar, juga ada kontes modifikasi motor dengan berbagai kategori. Ada sesuatu hal yang mengusik nurani saya (hehe…ngeri ya bahasanya) hingga menuliskan tentang ini.

Yaitu, perlakuan diskriminatif panitia penyelenggara tentang jenis kendaraan sepeda motor. Dari pengamatan saya, para pengendara motor gede (moge) Harley dan Sport sepertinya mendapat perlakuan khusus dengan lewat jalan utama, langsung menuju venue utama, dan parkir tepat di depan venue. Sedangkan motor-motor bebek (mio, dan teman-teman) serta motor lelaki (tiger, thunder, dan kawan-kawan), vespa, dan lainnya diberhentikan panitia di gerbang masuk, dan diarahkan ke tempat parkir khusus agak jauh dan tersendiri, tidak di depan panggung. Saya tidak tahu motif dari panitia yang memberikan sebuah ekslusivitas kepada para pengendara moge.

Apa mereka sponsor ? saya tidak tahu juga

Apa karena motor mereka yang mahal ? entahlah

Tapi, alangkah baiknya jika slogan acara “we are always together” yang sempat saya baca di tempat acara berlangsung betul-betul ditegakkan dan bukan Cuma slogan.

Ini kunjungan pertama saya yang kebetulan tidak disengaja ke acara kumpul-kumpul biker di jogjakarta. Apa memang disetiap acara yang melibatkan para penunggang moge selalu seperti ini ? mudah-mudahan saja tidak.

Read Full Post »

Setelah lama tidak menyempatkan diri menonton sebuah acara musik, akhirnya semalam saya menonton sebuah acara musik yang di sponsori oleh produk rokok. LA light Indiefest 2008 final regional Jogjakarta. Acaranya diadakan di JEC (Jogja Expo Center) dengan tiket masuk 10.000 rupiah yang dapat ditukarkan dengan gelang karet dan rokok.

Alasan saya datang ke acara ini hanya karena bintang tamu yang tampil adalah Mocca, Pure Saturday, Seringai, dan Minerva.

6 Band yang beruntung lolos ke tahap Final Regional ini, diantaranya adalah anggisluka, angina, lampu kota, lastelise, sky and hopes, dan sister morphin asal magelang. Setiap Band membawakan 2 lagu ciptaan mereka sendiri. Dari 6 band yang tampil, yang paling mencuri perhatian dan pendengaran saya adalah sister morphin, diantara band-band lain yang berisik dan tidak bisa didengarkan dengan jelas, mereka berempat memainkan 2 lagu yang menyenangkan. Benar-benar tidak bisa didengarkan karena venue yang bergema. Sebuah kesalahan besar panitia penyelenggara dalam pemilihan venue.

Untuk Penampilan Bintang tamu sendiri dimulai dari Minerva string quartet di awal acara, minerva ini adalah 4 orang pemain biola wanita, sebuah proyek dari aminoto kosin dan sudah pernah menjadi profil di halaman sosialita Kompas minggu. Sebuah catatan, ternyata AVA (salah satu personil minerva) CANTIK BANGET. Hehehe… Sudah saatnya para produser dan sutradara film, atau pun iklan untuk mencari tahu lebih banyak tentang gadis ini 😉

Sedangkan Mocca, seperti biasanya selalu mempesona. Di tengah Lagu Secret Admirer Arina sang Vokalis memberikan tambahan instrumen dari bunyi sepatunya sendiri. Arina menari tap dance. setelah lagu kedua dinyanyikan tampaknya ada miss komunikasi sehingga Mocca turun panggung sementara tanpa pamitan untuk mempersilahkan Pure Saturday tampil dan menyanyi lagi dan berkolaborasi dengan minerva setelah Pure Saturday tampil. Penampilan Mocca diakhiri dengan berkolaborasi bersama minerva (dengan ava yang cantik tentunya, hehehe…) menyanyikan lagunya frank sinatra my way yang legendaris itu. Menyenangkan.

Giliran Pure Saturday naik panggung. Saya berharap ada kejutan dari Pure Saturday yaitu suar vokalis yang juga geologis itu ikutan, seperti yang pernah terlihat di indosiar beberapa waktu yang lalu. sayang tidak kejadian. Iyok sang vokalis cukup komunikatif dengan mengajak bercanda para penonton. Dialog-dialog konyol yang sempat terlontar diantaranya ialah

….Saya tampil disini sebagai juri juga, ada yang fans nya anggis luka ? ada yang fans nya lampu kota ?

ada yang fans nya ian kasela ? bagus! Kamu jujur saya juga fans nya ian kasela

ada yang fans nya cinta laura ? saya jugaaaa…

dan sebelum menyanyikan lagu spoken, lagi-lagi iyok mengajak penonton bercanda

“ayo dong goyang, goyang dikit-dikit aja kayak lagi dengerin maliq n d’essentials gitu..”

Penampilan Pure Saturday ditutup dengan lagu desire. Kosong juga tak lupa dinyanyikan. Ah, sangat menyenangkan. Sayang kurang banyak.

Acara ditutup dengan penampilan SERINGAI. Walaupun kurang asyik, karena venue yang bergema, SERINGAI tetap dahsyat. beberapa crowd surfing sempat terjadi. seru!

Secara keseluruhan acaranya keren, seru, dan menyenangkan dengan penampilan para bintang tamu. Hanya venue bergema yang membuat kurang nyaman untuk didengar serta penempatan panggung yang ditengah-tengah venue membuat kurang fokus. Ada 3 band dari 6 Finalis harus membelakangi penonton.

fun lah!

semua foto diambil dari kompez, sudah izin tapi belom di respon 😉

Read Full Post »

Job fair yang bertajuk CAREER DAYS III ini berlangsung dari tanggal 13 – 15 Agustus 2008, diadakan oleh ECC FT UGM. Karena yang punya hajat adalah sebuah fakultas teknik dari salah satu universitas terbaik di negeri ini, perusahaan yang datang juga lumayan banyak dan punya nama. Sebutlah BUMA, Indonesia Power, Scheneider Electric, Telkomsel, Total, Bank Mandiri, Indofood, Astra Agro Lestari, dll. (untuk daftar lengkapnya dapat dilihat disini)

Antusias Lulusan yang fresh dan sedikit kurang fresh serta tidak fresh graduate lagi lumayan besar. Di Hari Pertama antrian pembelian tiket masuk,Rp. 20.000, lumayan panjang dan berkelok-kelok. Tiket masuk ini berupa tiket terusan untuk tiga hari acara, Cuma jika tiketnya hilang, maka harus beli lagi. Target penyelenggara dengan kehadiran 6000 pengunjung selama penyelenggaraan tampaknya tercapai.

Setiap Pengunjung yang sudah beli tiket masuk, secara otomatis (walaupun butuh registrasi lanjutan) bergabung menjadi member dari ECC FT UGM ini, dan dapat melamar lowongan secara online melalui website ECC.

Dari 3 hari Penyelenggaraan, saya hadir selalu. (ga mau rugi dong ?hehehe…)

Hari Pertama Nabung Lamaran dan satu interview langsung.

Hari Kedua Psikotes dan nabung lamaran sedikit.

Hari Ketiga Psikotes dan interview HRD.

Beberapa hal yang mencuri perhatian saya (sebagai jobseeker) adalah para penjaja minuman, penjual rokok plus plus, hingga penjual alat tulis (mereka semua dapat dibaca sebagai : entrepreneur) di sekitar lokasi Job Fair.

Jujur, saya merasa malu dan iri (sedikit) dengan mereka. Ketika saya dan jobseeker lain berdesak-desakan melihat papan pengumuman lowongan, rela antri dan bayar untuk dapat tiket masuk, rela berdesak-desakan di tiap stand perusahaan, mereka dengan santai duduk-duduk mencari rejeki. Hingga berkenalan lah saya dengan seorang penjual minuman yang tiap hari berjualan di sekitar UGM. Bang Iwan namanya,asal Medan, Siantar tepatnya. baru 6 bulan di jogja dan bekerja sebagai penjual minuman. Kalo dia berbicara bahasa campuran (bahasa indonesia dengan diselipkan kosakata jawa sedikit-sedikit) terdengar lucu, karena logat Medannya masih kental kali bah. Dari pengakuannya, Bang Iwan ini seorang perantau sejati dan sudah puas kerja dengan orang. Mulai dari Pelaut, Debt collector, sales, sopir angkot, dan sebagainya sudah pernah dia lakukan. Bang Iwan cerita, kalau ada acara seperti ini penghasilan bersihnya bisa mencapai 300 ribu rupiah per hari. Obrolan dengan bang iwan ini tidak hanya sebatas jual minuman, tapi juga melebar hingga ke pengembangan pasar jika ingin kaya, juga masalah korupsi, hingga tingkat pengangguran yang semakin bertambah, dan sebagainya. Hebat ya ?

Satu kata-kata bijak dari bang Iwan,

” yang penting saya ga ngemis, ga minta-minta, dapat dari cara yang halal. Dan persetan orang mau bilang apa tentang pekerjaan saya yang Cuma penjual minuman ini”

Sayang saya ga punya foto Bang Iwan dan Gerobak minumannya.

Kadang, keinginan membuat usaha sendiri atau menjadi entrepreneur tidak sepenuhnya datang karena memang ingin menjadi pengusaha (kecil-kecilan atau gede-gedean). Keinginan itu kerap kali datangnya karena ketidak sengajaan atau karena keadaan yang memaksa.

Sudahkah anda punya keinginan punya usaha sendiri ? jika iya bidangnya apa ? Jualan minuman seperti bang iwan ? jualan pulsa ? Jualan bakso ? laundry ? fotocopy ? rental PS ? warnet ? rumah makan ? kerajinan tangan ? event organizer ? catering ? Apotik ? distro ? Lapangan Futsal ? cafe dan diskotik ? hotel ? hehehe…kegedean ya… atau apa ?

Sharing yuk…

Read Full Post »

Kemarin siang, saya mendapat telepon dari sebuah grup perusahaan kelapa sawit dari hulu ke hilir. Bapak HRD yang menelepon saya menawarkan sebuah pekerjaan untuk grupnya mereka yang berada di wilayah gresik jawa timur. Dengan bayaran yang lumayan untuk yang tidak punya pengalaman kerja sama sekali jika dibandingkan harus berangkat ke Borneo untuk posisi sama dan anak perusahaan yang lain.

Tanpa ragu-ragu saya langsung menerima tawaran tersebut. Sebagai seorang jobseeker tidak ada berita yang lebih menggembirakan selain keterima kerja atau paling tidak panggilan tes kesehatan. Sang HRD bilang, untuk informasi tentang jadwal tes kesehatan akan dikabarkan secepatnya. Mendengar kata tes kesehatan, tanpa tedeng aling-aling, dengan jujur saya katakan pada sang HRD bahwa saya menderita buta warna parsial. Hal ini saya katakan supaya saya tidak terlalu larut dalam kegembiraan sedangkan di depan ada jurang kecewa menghadang serta untuk membangun kepercayaan saja. Sang HRD berjanji akan membicarakan lebih lanjut kelemahan saya ini kepada atasannya secepatnya. Sore nya saya ditelepon lagi, sayangnya tidak sempat ke terima karena saya masih berjibaku dengan psikotes perusahaan yang lain.

Pagi tadi, dengan percaya diri saya telepon sang HRD, dengan maksud awal menanyakan jadwal tes kesehatan. Apa lacur, dengan sebuah kalimat permintaan maaf sang HRD mengatakan bahwa saya belum dapat bergabung dengan perusahaan mereka karena menderita buta warna. Sang HRD juga sempat memberikan beberapa kalimat motivasi agar jangan menyerah dan terus berusaha.

Saya ? kecewa. Sangat manusia bukan ? betapa dahaganya saya akan sebuah pekerjaan. Ketika Harapan itu ada, tidak genap 24 Jam harapan itu musnah seketika karena buta warna. Baru beberapa hari yang lalu saya menulis untuk membesarkan hati karena mengidap buta warna, tidak disangka-sangka secepat ini buta warna menjegal saya. Kalimat penyembuhnya hanya ” Belum rejeki”. “Allah Punya skenario terbaik buat saya”, etc.

Saya ingin bertanya kepada kawan-kawan yang sempat membaca tulisan saya ini.

Apakah saya sudah melakukan hal yang benar dengan mengatakan di awal sebelum tes kesehatan bahwa saya buta warna ? atau, saya terlalu jujur sehingga membuyarkan sebuah harapan ?

Sekarang perasaan saya sudah lega, sudah dapat menyalurkan pelampiasan kekecewaan saya melalui tulisan di blog ini. Karna hidup terus berjalan.

Cuma yang masih bingung, saya harus kecewa pada siapa ?

update :

baru baca dongengan nya pakde rovicky, sayang beda kasus…smangat!!!!

Read Full Post »

(gambar di comot dari wikipedia)

akhirnya, saya harus terima dan berbesar hati bahwa saya adalah pengidap buta warna.

color blindness is a gift

color blindness is a special

like a heroes members

( ngeles mode on )

Read Full Post »