Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2008

sampe jam segini ini (5.32 AM) billing GPRS telkomsel belum jalan juga. bearti seperti tulisan saya sebelumnya internetan masih GRATIS! via 3G Simpati Telkomsel.

saya ? seperti orang kerasukan ga pindah2 dari depan PC sedari jam 10an malem.

Dan di Setiap ketikan keyboard saya berdoa,

mudah-mudahan ini bertahan hingga beberapa hari ke depan

*ngarep mode on* 😉

 

 

 

Iklan

Read Full Post »

pagi tadi, saya memutuskan untuk bertemu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. karena saya bermasalah dengan kulit saya tidak dengan kelamin saya 😉

Pilihan Rumah Sakit yang akan saya kunjungi ada 2, yaitu RSUP dr. Sardjito atau Jogja International Hospital (JIH). Pilihan saya terbatas di 2 RS itu,karena dalam pikiran saya kalo di Sardjito biaya yang harus dikeluarkan pasti lebih murah dibanding rumah sakit yang lain, Sardjito adalah rumah sakit pemerintah. Sedangkan alasan saya memilih JIH karena, dari informasi yang saya dapatkan dari dosen saya dulu, tarif JIH sedang-sedang saja, di atas sardjito sedikit dan sebagai salah satu lulusan sudah saatnya saya melihat dari dekat unit usaha dari kampus saya ini.

Jam 9.00 tepat saya berangkat dari kost, dengan tujuan Utama RSUP dr. Sardjito, alasannya karena ekonomis, hehehe…. Setiba di Sardjito, ternyata jam 9 sudah RAME sekali, Parkir juga penuh sesak. Jujur, saya tidak punya pengalaman dan ini adalah kunjungan saya yang pertama ke sardjito. setelah parkir motor jauh dekat pintu keluar, saya mulai menulusuri Rumah Sakit ini. Rame! bener-bener rame. Akibat enggan bertanya dan sesat di Rumah Sakit, saya bingung dengan begitu banyaknya ruangan dan tanda rambu-rambu di rumah sakit sardjito ini. walhasil, entah memang saya nya yang bego atau rambu-rambunya tidak jelas hingga saya tidak menemukan loket tempat pendaftaran pasien baru. akhirnya, saya memutuskan untuk pulang dan beralih ke JIH saja. dalam pikiran saya pasti tidak se-hectic Sardjito ini.

9.30 saya tiba di JIH,

tebakan saya ternyata benar, RS ini sepi tenang, parkiran mobil tidak seramai Sardjito, juga parkiran motornya. Parkir motor disambut secure parking. dengan tarif untuk sepeda motor, 3 jam pertama Rp. 1000, Rp. 500 tiap kelebihan jamnya, dan maksimal atau menginap Rp. 3000.

Memasuki Lobby dari JIH,

Saya mendatangi resepsionis dan menanyakan tentang Poliklinik Kulit Kelamin, saya disodori fotocopy bolak balik jadwal dokter, mirip brosur dari toko komputer. (jadwal dokter dapat dilihat di sini)

setelah melihat jadwal yang ada, maka saya dihadapkan pada pilihan dr. Betty Ekawati Suryaningsih, SpKK pada jam 12.00, dan dr. H Tri Harijanto Tjahjono, M.Kes, SpKK pada pukul 16.00. mungkin dengan alasan muhrim atau bukan muhrim mbak resepsionis yang semuanya berkurudung menyarankan saya dengan dokter Tri saja pada pukul 16.00, dan saya pun menyetujuinya.

karena Jam 10 aja belum lewat, maka saya berkunjung ke parsley coffee shop di pojok timur lobby untuk memesan capuccino dan roti, lumayan enak coffee dan rotinya, yang lebih enak sofanya, empuk banget! hehehe…

setelah ngopi-ngopi, saya pulang istirahat menunggu pukul 4 sore.

Jam 4 sore saya datang lagi ke JIH, setelah berhadapan dengan aadministrasi dan dihadiahi sdengan sebuah teh kotak sosro, saya menuju poliklinik. setelah semua periksa selesai dan resep sudah ditangan. inilah saat yang paling menegangkan. yaitu PEMBAYARAN ke kasir dan menebus Obat. Dari setiap kunjungan saya ke rumah sakit untuk berobat, apalagi sendirian, bagian inilah yang paling membuat saya tidak nyaman. Masih teringat pengalaman deg-degan serupa di Rumah Sakit Bakti Timah di mana sewaktu menebus obat di apotek yang bersebelahan dengan kasir, nama kita dipanggil dengan pengeras suara

BAPAK ASFIANDI, DOKTER THT YA PAK, TIGA RATUS TUJUH PULUH RIBU RUPIAH PAK! SILAHKAN BAYAR DI KASIR SEBELAH

Dalam hati saya berdoa

semoga uang tunai yang saya bawa cukup untuk menebus obat dan membayar keseluruhannya, jika tidak uang yang ada di ATM yang tidak seberapa itu cukup la.

Antrian tidak ada, jadi seandainya nanti uangnya kurang bisa negoisasi dengan petugas apotiknya, hehe…

setelah ditunggu, ternyata jumlah bayarannya Rp. 404.800,- wahh selamet, uang cukup, lega.

Memang benar kata orang-orang kalo sehat itu mahal.

  • PEMBAHASAN

Pengunjung JIH bisa dibilang Lumayan, suasana masih enak dengan aktifitas medis yang tidak tinggi (pasien dan calon pasien, serta tenaga medis berjalan terburu-buru di lorong-lorong). Suasana keakraban yang hendak dibangun JIH melalui staff front office dan tenaga medisnya cocok untuk saya, kesan bahwa tuntutan profesi untuk beramah-tamah dengan orang lain tidak tampak. Cuma kartu pasiennya diluar dugaan saya, dalam bayangan saya dengan nama JOGJA INTERNATIONAL HOSPITAL kartu pasien terbuat dari plastik menyerupai kartu kredit atau ATM (seperti di RSBT) tapi yang saya dapatkan kartu dari kertas biasa, untuk orang yang hobby mengoleksi segala jenis kartu member card mulai dari rentalan VCD sampe klub kebugaran ini merupakan sesuatu yang exlusive, hihihi….

berikut foto-foto seputaran JIH dari kamera Handphone

*———————————————————-#

parkir sepeda yang di support Bike To Work Jogja

Sepi Peminat tampaknya, saya tiba jam 10 pagi, keluar jam 10.30, datang lagi jam 4 sore, pulang jam 5 sore sepedanya tetep kosong 🙂

*———————————————————-#

sovenir dari apotek JIH

*———————————————————-#

Read Full Post »

hari ini, entah dimulai dari kapan dan saya baru tersadar setelah magrin tadi, GPRS dari Telkomsel Gratis!!! alias tidak dipotong pulsa alias sangat menyenangkan.

sampai jam sekarang ini saat saya sedang mempostingkan tulisan ini (11.50 PM) gratisan ini masih terus berjalan.

Saya baru mengetahui bahwa GPRS tidak terpotong pulsa alias gratis ini sewaktu saya coba nge-check e-mail dari aplikasi operamini yang ada di handphone. setelah keluar dan check transaksi trakhir (*887#) pulsa saya tidak berkurang. agak heran juga. kemudian saya coba sms, siapa tahu gratisan juga, tapi ternyata terpotong 100 rupiah (tarif baru sms ke sesama telkomsel). Berhubung pulsa simpati saya masih berkisar 31.000an maka ada rasa khawatir untuk browsing pake kabel data dan dihubungkan ke PC., takutnya nanti lagi enak-enak browsing, sistem billing telkomsel sudah pulih, dan pulsa saya langsung habis tak tersisa. masih penasaran, sekitar jam 10 malam tadi setelah tertidur sebentar karena kekenyangan (hehehe…) saya coba lagi browsing dengan opera mini dengan settingan gambar diload, biar lebih besar pemakaian datanya. coba browsing sana sini menghabiskan 100kb, keluar dari aplikasi kembali check pulsa (*888#) ternyata masih tetap Rp. 31040 .

ah nekad saja

itu yang ada dalam benak saya.

Dengan merelakan untuk tidak menonton kick andy, browsing la saya menggunakan PC+kabel data+GPRS Telkomsel dengan harap-harap cemas (sesekali menge-check pulsa terpotong atau tidak, hehehe….). setelah mendownload sana-sini di wilayah sinyal 3G-nya TELKOMSEL termasuk winamp, dan beberapa file mp3 penting, sekitar 10an Megabyte.

dengan tarif Rp. 12/kb x 10 Megabyte saja (hitungan kasarnya) = Iklhas jika pulsanya terpotong hingga minus, hehehe….

jika memang nantinya saya mesti menghadapi konsekuensi terburuk yaitu pulsa terpotong sampai minus, maka alternatip jawaban terbaik adalah ganti operator dan ikut meramaikan perang tarif antar operator selular

Read Full Post »

Job fair di UGM ini adalah job fair pertama yang saya ikuti. Tiket masuk per hari nya IDR 20.000, 2 hari berarti 40.000, berat juga untuk jobseeker, hehehe…

setelah tiba di tempat acara, ternyata banyak juga jobseeker yang masih bermukim di jogjakarta.

Saya teringat analogi teman saya yang bilang begini

“kalo ada job fair di Jogja, sama aja kayak ngasih ikan lele makan di kolam, banyak banget lele yang bergerombol nyari makan, sementara makanannya Cuma sedikit”

dan saya bilang sama teman saya

“mudah2an saya lele yang beruntung, hehehe”

Sebetulnya ini salah siapa sih? hingga tiap ada job fair dimanapun kotanya, pasti penuh pengunjungnya.

  • Pemerintah kah ?

yang tidak mampu menciptakan iklim investasi yang baik sehingga banyak terciptanya lapangan pekerjaan.

  • Atau Sistem Pendidikan di Perguruan Tinggi kah?

Yang mencetak ribuan pengangguran tiap tahunnya (termasuk saya, hehehe), yang mana mahasiswanya hasil cetakannya untuk jadi pekerja aka karyawan aka kuli.

  • Atau para sarjana itu sendiri ?

Generasi copy paste, fotokopian, malas, banyak keluyuran, Yang tidak pandai melihat peluang, mental kuli, tidak punya modal dan nyali untuk berwirausaha, gengsi tinggi, terlalu banyak milih.

Dan saya masih terus berusaha dan berdoa dan berusaha dan berdoa, Amin.

beberapa gambar yang sempat saya ambil di Job fair 2-3 april

Read Full Post »

Ucapan selamat buat Pak CS

sekali-sekali boleh la ngasih ucapan selamat lewat blog saya yang sederhana ini.

kesempatan pertama ini saya tujukan kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Chairul Saleh, Msc.

Saya baru tahu pak CS (sapaan akrabnya) sudah jadi Profesor aka Guru besar, sewaktu saya membaca papan pengumuman di depan kantor Jurusan. Pak CS ini dulunya dosen saya, beliau mengajar P3i, sistem produksi, dan Metodelogi Penelitian. Sebetulnya Pak CS ini adalah tipe-tipe dosen yang saya hindari. Karena beliau sangat ketat dan disiplin serta sedikit unpredictable menurut saya. (maap pak hehe).

Setelah sekian lama menghindar akhirnya saya harus berhadapan dengan beliau pada mata kuliah Metodologi Penelitian. mata kuliah ini saya harus mengulang sampai 3 kali. Di mata kuliah ini setiap mahasiswa diwajibkan membuat Proposal Penelitian Tugas Akhir lengkap dengan sumbernya dan harus lebih banyak yang berasal dari jurnal atau prosiding.

Percobaan Pertama

kesempatan pertama kuliah Metodologi Penelitian ini saya hampir berhasil. nilai asistensi proposal Penelitian saya sudah C waktu itu. karena tidak menyerahkan daftar Nilai yaitu berupa Cover penelitian yang sudah ada coretannya saya mendapat D.

Percobaan Kedua

kesempatan kedua saya ganti dosen, bukan Pak CS. tidak ada perubahan nilai karena tidak pernah ikut kelas.

Percobaan Ketiga

di percobaan ketiga ini saya bertekad agar dapat ilmu dan lulus mata kuliah ini. di pertemuan yang kedua dengan pak CS untuk mata kuliah Metodologi ini lah saya tahu dan mengerti sedikit banyak tentang Kajian Induktif, kajian Deduktif, saya menuliskan kutipan, sampai dengan tata cara penulisan Daftar pustaka yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. dan akhirnya A/B berhasil saya dapatkan.

Selamat Pak CS atas profesornya.

link terkait

    Read Full Post »