Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2007

pengangguran yang Liburan

pengangguran baru sekarang liburan, 1 tahun, sampe 2008 ūüėČ

tepatnya pulang kampung!ngebahagiain orang tua

pengen nulis banyak tentang “kota” BELINYU…tapi koneksi telkomnet tidak bisa diandalkan… banyak topik yang pengen gw angkat, listrik yang cuma 9 jam sehari semalam, rumah walet yang menjulang ingin mencapai langit, jalanan yang sempit, moral masyarakatnya yang keras hati, desa ku sebelom pilkada 2008, dan banyak topik2 menarik lainnya…

nanti la…:)

Iklan

Read Full Post »

Premanisme Oknum Kepolisian

bukan sebuah rahasia lagi kalo lebih dari setengah dari jumlah aparat kepolisian di negara kita tercinta ini adalah oknum. Dan dini hari ini saya harus berhadapan dengan 4 orang dari sekian banyak oknum itu.

begini kronologis kejadiaannya.

malam minggu ini saya bersama 3 orang teman (udin, pocai, dan¬†angga)¬†minum kopi di own kafe seturan¬†sebelah selokan mataram. karena lokasi own kafe yang tidak begitu jauh dari rumah kontrakan 3 teman saya (800 meter) dan bukan dijalan raya, kita tidak memakai helm.setelah puas ngobrol ngalur ngidul, kita berempat pulang sekitar pukul 2.20..tak jauh dari own kafe, tepatnya di samping circle K seturan. saya melihat 4 orang aparat brimob lagi duduk-duduk. sebelum melewati para bapak polisi yang terhormat . saya melihat ke arah mereka sembari bernyanyi lagu ska UFO yang sempat ngetop di awal 2000an yang berjudul “pak Polisi”. yang saya nyanyikan bagian refrainnya “pak polisi pak polisi dimana ayahku” dengan suara pelan tentunya. tanpa pikiran apapun, kita pulang sembari ketawa-ketawa di atas motor (kita naik 2 motor). kita ketawa-ketawa karena salah satu driver motornya, yang bernama udin, punya kebiasaan lama dan aneh sejak lama, sering banget buang dahak dengan suara keras (huaaakkkcuiii).dan hampir mengenai celana saya.

nah, setelah berjalan sekitar 300 meteran dari own kafe, dalam suasana masih ketawa-ketawa, kita dikagetkan suara motor king yang meraung-raung gasnya tepat dibelakang kita¬†(tak ubah geng motor atau para slemania selepas pulang mendukung PSS di maguwoharjo, tapi lebih keras lagi) dengan inisiatip sebagai pemakai jalan yang baik dan tak mau banyak masalah, dan dengan kondisi jalan selokan mataran yang sempit (cuma cukup untuk jalan 1 mobil) kita minggir dari jalan raya. dan ternyata….

bunyi motor yang meraung-raung itu adalah 4 aparat brimob yang kita jumpai di samping circle K tadi. dengan cekatan khas kepolisian, 2 boncenger langsung menyuruh turun dan langsung menghampiri saya.

dalam pikiran, wah bakal jadi masalah nih…

setelah motor2 king yang kita bayar dengan pajak kita itu di parkir, 3 aparat langsung menarik saya ke pojok ruko (kejadian tepat di depan ruko) saya menolak..dengan nada amarah yang sangat tinggi dan tidak mrncerminkan motonya sama skali “polisi pelayan masyarakat” 1 orang aparat yang agak tinggi,memanggul senjata (katakanlah si A, mereka ber 4 menggunakan jaket jadi baju dinas yang ada namanya tertutupi jaket polisi)saya langsung mendorong saya..sembari berkata dengan nada tinggi, menanyakan apa yang saya omongin tadi waktu didepan circle K.¬†Dari keterangan mereka ber 4 , mereka merasa saya sudah menghina institusi mereka (kepolisian) dengan mengatakan “POLISI ASU!” (asu dalam bahasa jawa berarti anjing)

saya membela diri dengan mengatakan yang sejujurnya bahwa saya menyanyikan salah satu lagu UFO (say sendirian karena 3 orang teman saya sudah digiring sedikit jauh dan lebih dekat dengan aparat D yang masih duduk di motor, dan dilarang  berkata-kata untuk sebuah pembelaan dari salah satu aparat B).

kemudian si C meminta KTP ¬†saya sambil menanyakan apa maksud saya menghina dengan mengatakan Polisi ASU tadi..saya masih mengelak karena memang saya tidak mengatakan itu, karna yang saya bilang dimana AYAHKU..dan saya langsung bilang “saya ini mahasiswa yang beragama, tau hukum dan taat hukum”

aparat A yang emosi tinggi langsung bilang “Taat hukum apa ?buktinya ga pake helm..???(masih dengan nada tinggi dan menyandang senjata tentunya)

dalam hati, saya mau bilang “emang situ POLANTAS ??tapi ga mungkin saya utarakan karna hampir dapat dipastikan saya langsung ditonjok dan babak belur.

aparat C dengan emosi juga (sedikit lebih rendah emosi meternya dibanding si A yang bawa senjata) masih mendesak saya untuk mengakui ejekan yang benar-benar tidak saya lakukan. sedangkan si D (yang duduk di atas motor) menuduh kami mengkonsumsi alkohol dan sembari berujar “kalian itu orang luar, jangan macem-macem la” (dengan nada sok berkuasa)

untungnya (masih ada untungnya ūüėČ aparat B, yang meminta¬† KTP¬† saya, agak sabar dan agak berpendidikan dibanding 2 temannya. setelah ngotot2an panjang dengan si A, B dan C, dan D, akhirnya si D yang duduk di atas motor menengahi dengan mengatakan “ya sudah la, sekarang kamu push up aja 10 kali”

karena saya tidak mau memperpanjang masalah, akhirnya saya lakukan juga push up 10 kali yang dihitung juga ama para oknum aparat tsb. setelah push up 10 kali saya tanyakan kepada si C bahwa mereka itu bearsal dari polres mana ? mereka dengan nada curiga, menanyakan saya apakah saya mau memperpanjang masalah ini.. kalo saya bilang ‘YA’ pasti si A langsung menghajar saya dengan membabi buta. maka saya bilang ‘TIDAK’ saja..daripada saya wajah tampan saya yang harus babak belur trus bikin laporan, masuk berita kriminal patroli, buser, dan sejenisnya dan pasti bakal berlarut-larut.

si A yang emosi tinggi berapa kali mengeluarkan umpatan2 ASU!

setelah push up, KTP dibalikin trus kemudian kita pulang tanpa menoleh dan meludah sedikitpun.

sesampai di rumah kontrakan, saya ga habis pikir kalo seandainya jika tadi terjadi penganiayaan terhadap saya, sudah pasti muka bengeb-bengeb mungkin rahang patah sedangkan saya tidak tahu siapa nama mereka dan dari kesatuan polisi wilayah mana…

mau sampai kapan aparat di negara kita ini berkelakuan seperti 4 aparat tadi ?

jujur saya masih sakit hati dan dendam dengan si A,arogan luar biasa yang memanggul senjata, tampaknya tidak ikut test psikologi untuk membawa senjata, atau jangan-jangan izin membawa senjatanya sudah kadaluarsa..

mungkin sudah saatnya sistem rekruitmen dan sistem pendidikan kepolisian di negara ini dirubah sampe ke yang paling dasar, dan tidak menerima lulusan SMA lagi  serta lama pendidikannya tidak hanya cuma 11 bulan. Karena kalau masih seperti itu juga, cuma menghabiskan uang negara saja.

dan si udin yang punya kebiasaan aneh berkata ….

“anggaplah 10x push up hadiah wisuda dari 4 aparat kepolisian yang terhormat

dan saya hanya bisa menghela nafas sembari melamun…

Read Full Post »

Buku cerita fiksi ini ditulis oleh Ilham Malayu. Seorang aktivis anti narkoba dan HIV/AIDS yang pernah dipenjara di Thailand selama 15 tahun (dari biografinya begitu). Diterbitkan oleh penerbitan Republika.
Buku ini bercerita tentang mantan narapidana lulusan Thailand yang bernama zobar (indo Indonesia-Perancis) yang menetap di Paris dikejar-kejar oleh musuh/saingan lamanya semenjak masih sama-sama di penjara Thailand, Jean Tibaux (negeria-perancis) hingga melibatkan DEA dan CIA didalam pertikaiannya.
Hampir keseluruhan dari tokoh di buku ini adalah alumni penjara Thailand. Mungkin penulisnya bener-bener paham dan ngerti tentang seluk beluk penjara Thailand (yaiya lah…)
Setting buku ini kebanyakan di luar negeri ,wilayah Perancis sana.
Penjelasan tentang setting lokasi lumayan jelas dan bisa menambah ilmu buat orang yang belom pernah ke luar negeri (seperti saya). Terutama wilayah Perancis.

Imajinasi penulis tinggi bener. Terutama pertikaian antara DEA dan CIA. sehingga buku ini sangat meyakinkan untuk dikategorikan FIKSI.
Kalo ada produser film dengan modal sangat besar, buku ini pantas dijadikan Film, mungkin kalo saya berandai-andai tipe-tipenya hampir mirip-mirip film Trilogy Bourne.

Yang kurang menurut saya dalam buku ini adalah pemecahan dari konflik yang diutarakan agak kurang seru. Mungkin biar dibilang ga ketebak ama pembaca atau pengena beda, entah la

Pesan moral dari buku fiksi ini hampir sama sekali ga ada (apa saya aja yang nggak ngeh?) sudah la

Read Full Post »

Buku ini ditulis oleh Donny Dhirgantoro. Kayaknya ini karya pertama dari sang penulis ini. Isi bukunya bercerita tentang pertemanan 5 orang, 4 laki-laki 1 perempuan…tipikal anak muda jaman sekarang, solider atau apapun namanya, bersetting sekitar tahun 2001. Buku terbitan grasindo ini udah naik cetak untuk yang ke sembilan kalinya bulan juli 2007, semenjak cetakan pertama mei 2005..berhubung saya baru baca tahun 2007 ini, jadi baru saya review sekarang.
Kenapa saya bilang buku ini ga pantes untuk best seller. Karena menurut pendapat saya pribadi, buku ini bercerita terlalu bertele-tele, isinya kebanyakan kata-kata mutiara dari orang-orang yang lahir lebih dulu (baca:orang-orang terkenal), kebanyakan referensi lagu-lagu pop favorit sang penulis yang dipaksa masukkan kedalam cerita buku ini. kebanyakan Lirik-lirik lagu yang bagus menurut sang penulis dan (lagi-lagi) dipaksa ikut dalam dialog antar tokoh. kebanyakan tulisan-tulisan bijak yang berusaha untuk menggurui pembacanya, dan yang paling ga pantes untuk menjadi best seller adalah konflik di dalam buku ini bisa dibilang hampir sama sekali ga ada. Singkat katanya tanggung. Jelek hampir,bagus masih jauh!.
Jadi kalo seandainya diimajinasikan buku ini sebuah film, mungkin bisa saya bilang sebuah film drama datar yang membosankan dengan dialog-dialog yang tidak cerdas dan memakan budget yang tidak sedikit untuk izin soundtracknya.

Yang membuat saya salut dengan banyaknya angka cetakan adalah walaupun buku ini tidak disertai testimoni-testimoni dari public figure seperti buku2 laris dan calon laris lainnya untuk mengangkat nilai penjualan, tapi buku ini bisa untuk menjadi best seller.
Mungkin faktor yang paling berperan adalah cover buku yang ikut membantu tingginya angka cetakan.

Sisi positif dari buku ini adalah buat orang-orang hobi baca buku dan belom pernah naik gunung semeru, di buku ini diceriterakan secara detil tentang semeru (menghabiskan berlembar-lembar halaman, terlalu dan sangat berlebihan).

Mungkin buku ini tidak cocok dengan saya

Read Full Post »

Ga tau, kayaknya ini cuma sebatas perasaan belaka…tapi
saya ngerasa intro dan irama dari single kedua peterpan ‚Äúsally sendiri‚ÄĚ mirip banget sama lagu the cure yang ‚ÄúA Letter To Elise‚ÄĚ
Paling Cuma inspirasi ariel cs aja …
lagian kata pakar-pakar musik jiplak lagu orang itu kalo sudah 6 bar.
entah bar yang bagaimana dan dimana.

Read Full Post »

[calon] pengangguran

akhirnya, aku jadi juga wisuda tanggal 24 november nanti…

sekarang ini status kehidupan masih belom jelas, kuliah udah nggak lagi, wisuda belom…tapi paling ga udah megang surat lulus la.

siklus hidup tiap hari makin ga jelas..ngerokok makin kenceng, minum kopi makin gila, subuh baru tidur kadang jam 7 pagi,¬† bangun udah pasti siang, mau jalan2 tiap hari jogja hujan, hmmmhh….

smoga siklus hidupku bisa kembali normal seperti semula.

Read Full Post »

saya dan angka 2

ga tau knapa setiap hal yang saya lakuin, jarang sekali yang langsung beres..mesti ngulang untuk yang kedua kali, dan baru selesai, malah jarang sampe 3 kali

beberapa hal yang gw inget belakangan ini tentang saya dan angka 2

(lebih…)

Read Full Post »