Sebetulnya saya tidak tertarik berbicara tentang agama di blog saya ini, alasannya karena ilmu agama saya yang masih dangkal. Tapi karena masih di bulan ramadhan, tidak ada salahnya sedikit berbicara soal agama.
Beberapa hari yang lalu, saya berencana untuk sholat tarawih di Mesjid yang menyelenggarakan sholat tarawih 11 rakaat. Maklum lah, karena masih dangkalnya ilmu soal agama jadi mengejar yang praktis saja.
Dimulai dengan sholat isya berjamaah. Sewaktu sholat Isya berjamaah ini, saya akui saya tidak khusuk sholatnya karena saya (pribadi) merasa terganggu dengan salah satu makmum sholat Isya berjamaah tersebut. Terganggunya dikarenakan sewaktu berangkat dari rukuk (i’tidal), saat imam mengucap Samiallahulimanhamidah, satu makmum mengucapkan dengan nyaring sekali Robbanawalakalhamd.
Saya mengerti maksud bapak (saya yakin usianya sudah bapak-bapak) yang menyuarakan dengan lantang Robbanawalakalhamd ingin membawa suasana Masjidil Haram ke masjid di kampung saya. Saya terganggunya karena si bapak ini cuma mengucap Robbanawalakalhamd saja yang nyaring, sementara Setiap Allahuakbar imam sepi-sepi saja.
Saya akui saya sempat berprasangka buruk
bapak ini riya
batin saya
Walhasil karena iman memang belum kuat, akhirnya saya memutuskan untuk sholat Isya saja di masjid 11 rakaat ini, tidak jadi ikut tarawih.






