
Job fair yang bertajuk CAREER DAYS III ini berlangsung dari tanggal 13 – 15 Agustus 2008, diadakan oleh ECC FT UGM. Karena yang punya hajat adalah sebuah fakultas teknik dari salah satu universitas terbaik di negeri ini, perusahaan yang datang juga lumayan banyak dan punya nama. Sebutlah BUMA, Indonesia Power, Scheneider Electric, Telkomsel, Total, Bank Mandiri, Indofood, Astra Agro Lestari, dll. (untuk daftar lengkapnya dapat dilihat disini)
Antusias Lulusan yang fresh dan sedikit kurang fresh serta tidak fresh graduate lagi lumayan besar. Di Hari Pertama antrian pembelian tiket masuk,Rp. 20.000, lumayan panjang dan berkelok-kelok. Tiket masuk ini berupa tiket terusan untuk tiga hari acara, Cuma jika tiketnya hilang, maka harus beli lagi. Target penyelenggara dengan kehadiran 6000 pengunjung selama penyelenggaraan tampaknya tercapai.

Setiap Pengunjung yang sudah beli tiket masuk, secara otomatis (walaupun butuh registrasi lanjutan) bergabung menjadi member dari ECC FT UGM ini, dan dapat melamar lowongan secara online melalui website ECC.
Dari 3 hari Penyelenggaraan, saya hadir selalu. (ga mau rugi dong ?hehehe…)
Hari Pertama Nabung Lamaran dan satu interview langsung.
Hari Kedua Psikotes dan nabung lamaran sedikit.
Hari Ketiga Psikotes dan interview HRD.
Beberapa hal yang mencuri perhatian saya (sebagai jobseeker) adalah para penjaja minuman, penjual rokok plus plus, hingga penjual alat tulis (mereka semua dapat dibaca sebagai : entrepreneur) di sekitar lokasi Job Fair.
Jujur, saya merasa malu dan iri (sedikit) dengan mereka. Ketika saya dan jobseeker lain berdesak-desakan melihat papan pengumuman lowongan, rela antri dan bayar untuk dapat tiket masuk, rela berdesak-desakan di tiap stand perusahaan, mereka dengan santai duduk-duduk mencari rejeki. Hingga berkenalan lah saya dengan seorang penjual minuman yang tiap hari berjualan di sekitar UGM. Bang Iwan namanya,asal Medan, Siantar tepatnya. baru 6 bulan di jogja dan bekerja sebagai penjual minuman. Kalo dia berbicara bahasa campuran (bahasa indonesia dengan diselipkan kosakata jawa sedikit-sedikit) terdengar lucu, karena logat Medannya masih kental kali bah. Dari pengakuannya, Bang Iwan ini seorang perantau sejati dan sudah puas kerja dengan orang. Mulai dari Pelaut, Debt collector, sales, sopir angkot, dan sebagainya sudah pernah dia lakukan. Bang Iwan cerita, kalau ada acara seperti ini penghasilan bersihnya bisa mencapai 300 ribu rupiah per hari. Obrolan dengan bang iwan ini tidak hanya sebatas jual minuman, tapi juga melebar hingga ke pengembangan pasar jika ingin kaya, juga masalah korupsi, hingga tingkat pengangguran yang semakin bertambah, dan sebagainya. Hebat ya ?
Satu kata-kata bijak dari bang Iwan,
” yang penting saya ga ngemis, ga minta-minta, dapat dari cara yang halal. Dan persetan orang mau bilang apa tentang pekerjaan saya yang Cuma penjual minuman ini”
Sayang saya ga punya foto Bang Iwan dan Gerobak minumannya.
Kadang, keinginan membuat usaha sendiri atau menjadi entrepreneur tidak sepenuhnya datang karena memang ingin menjadi pengusaha (kecil-kecilan atau gede-gedean). Keinginan itu kerap kali datangnya karena ketidak sengajaan atau karena keadaan yang memaksa.

Sudahkah anda punya keinginan punya usaha sendiri ? jika iya bidangnya apa ? Jualan minuman seperti bang iwan ? jualan pulsa ? Jualan bakso ? laundry ? fotocopy ? rental PS ? warnet ? rumah makan ? kerajinan tangan ? event organizer ? catering ? Apotik ? distro ? Lapangan Futsal ? cafe dan diskotik ? hotel ? hehehe…kegedean ya… atau apa ?
Sharing yuk…







