Membaca perkembangan Pemilihan Bupati Bangka Induk melalui website koran lokal, saya menemukan tulisan ini,
Kemunduran Belinyu Jadi Isu Politik
Sumber: BANGKA POS / EdwardiSUNGAILIAT, BANGKA POS — Kemunduran dan ketertinggalan Kecamatan Belinyu menjadi isu yang cukup menarik ketika diangkat seorang panelis debat publik calon peserta Pemkada Bangka Bustami Rahman.
“Sedih melihatnya, dulu yang namanya pelabuhan di Teluk Kelabat itu bagus, banyak kapalkapal barang masuk dan bongkar muat di sana, tapi sekarang ini sepi dan tidak ada lagi kelihatannya, krisis listrik yang dihadapi masyarakat. Bagaimana komitmen ketiga kandidat terhadap permasalahan Kecamatan Belinyu,” tanya Bustami pada kegiatan debat publik di Rose Garden Sungailiat, Minggu (8/6).
Menanggapi masalah itu calon Bupati Bangka Rudianto Tjen secara gamlang mengakui sudah berulang kali menyebutkan di hadapan masyakarat kalau Belinyu sebagai daerah yang dianaktirikan sampai hari ini. Mereka juga rakyat Bangka dan berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah.
“Sebagai contoh beberapa waktu lalu saya pergi ke Belinyu dapat informasi yang begitu mengenaskan masalah listrik di sana menjadi problem yang sangat utama. Listrik memang kita akui menjadi program pemerintah pusat, tapi kita harus proaktif supaya masalah listrik ini bisa diselesaikan, tetapi hal yang nyata saja sekarang ini ada trafo listrik yang hilang sudah diajukan permintaan bantuan kepada Pemda berulangulang sampai hari tidak diberikan bantuan,” kata Rudi sapaan akrabnya.
Sementara calon bupati, Osfindinar mengakui sedih melihat kondisi Belinyu saat ini. Untuk memajukan Kecamatan Belinyu ini Osfin mengambil wakil bupati Fajarudin yang merupakan putra asli Belinyu, semoga bisa dan mampu memperjuangkan daerah Belinyu.
“Bila terpilih bagaimana nanti akan berbagi mengalokasikan anggaran yang cukup besar ke Kecamatan Belinyu untuk mengejar ketertinggalannya,” janji Osfin.
Fajarudin menambahkan, saat ini Belinyu terkesan mati suri. Komitmen untuk kemajuan Kecamatan Belinyu tidak ada cara lain dengan melakukan pemekaran kabupaten dengan mewujudkan Kabupaten Bangka Utara.
“Tanpa ada pemekarannya ini saya yakin Belinyu tidak akan pernah diperhatikan Pemda dan tidak akan maju. Karena itu bila nanti terpilih akan melakukan kajian dan analisa untuk melakukan pemekaran kecamatankecamatan lebih dulu, karena kalau peluang pemekaran Bangka itu diberikan saya yakin Belinyu akan maju, karena masih banyak punya potensi, punya lahan, pelabuhan samudera, potensi wisata, kelautan,” katanya.
Sedangkan calon bupati, Yusroni Yazid menegaskan mungkin orang Belinyu masih ingat dalam benak mereka, siapa orang pertama yang melontarkan tentang ide pemekaran Belinyu menjadi Kabupaten Bangka Utara.
“Kesempatan ini sudah saya berikan kepada masyarakat Belinyu itu sendiri untuk memperjuangkan. Sikap ini tidak mainmain, dengan sebuah keikhlasan dan ketulusan saya lemparkan tentang ide pemekaran ini, silahkan disambut dengan baik, ini bukan dari siapasiapa harus dimulai dari masyarakat Belinyu sendiri,” tukasnya.
Dilanjutkannya orang Belinyu itukan tidak hanya berkutat di Belinyu saja, banyak juga ada yang di luar dan sudah berhasil, seperti contohnya pak Bustami Rahman dan lainnya.h)”Ada beberapa kondisi yang memang dirasa masih belum disempurnakan. Ini merupakan komitmen bersama untuk mengembangkan Belinyu, saya pikir tidak ada istilah anak tiri dan anak kandung, semuanya anak kandung yang harus mendapatkan perhatian dan porsi, kalau mau jujur selama ini sudah kita berikan porsi anggaran yang bagus kepada Kecamatan Belinyu,” imbuhnya. (*)
tanggal pemilihan semakin dekat, mudah-mudahan yang terpilih nanti dapat membawa kemakmuran untuk belinyu. amin







Saya pikir, yang paling bertanggung jawab untuk memajukan Belinyu, tak lain dan tak bukan, adalah Penduduk Belinyu itu sendiri, masyarakat belinyu sendiri. Kita tentu tak bisa terus menengadahkan tangan, memohon pemerintah terus – terusan agar Belinyu dibangun, tanpa kita sendiri bersikap proaktif.
Pemerintah daerah kab. Bangka sudah membuat terobosan yang bagus dengan program PNPM nya (actually ini program Nasional sih, dikoordinasikan langsung oleh Provinsi) dan program ini diimplementasikan secara merata ke seluruh kecamatan di Kab. Bangka (kecuali Sungailiat dan Pemali). Sayangnya, untuk setiap pembangunan yang dicanangkan untuk Belinyu, kok kebanyakan masyarakat belinyu malah bersikap tertutup, tidak memiliki antusiasme.
Masalah listrik, mohon maaf, ini tidak bisa dianggap sebuah kegagalan dan ketidak becusan pemerintah daerah. Masalah listrik saat ini bahkan sudah menjadi masalah nasional. Dan untuk mendatangkan investor yang bersedia meng-investasikan uangnya dibidang listrik ini bukan soal mudah. Tidak mudah karena PLN masih belum mau membagi bisnis listrik ini ke pihak lain (swasta). Kita bisa lihat saja, bagaimana proyek Bangka Power tidak kunjung menemukan kata sepakat dengan PLN, akan tetapi syukur saja, usaha pemda kab. Bangka merealisasikan proyek Bangka Manunggal Power untuk 2×12 MW berhasil dan sekarang inprogress di Air Anyir. Paling tidak, untuk tahun 2009, masalah listrik untuk kab. Bangka bisa diatasi (tapi belum mampu untuk industri nih…)
@ mybangka
trima kasih sudah berkunjung dan beropini